SD Unggulan Permatajingga Malang

PENANAMAN KARAKTER ANTI KORUPSI DI SD UNGGULAN PERMATAJINGGA

     Negara Indonesia sedang dihadapkan dengan posisi dilematis seputar permasalahan sosial yang krusial dan tak kunjung usai, yaitu korupsi. Salah satu permasalahan yang mendasar dan menjadi perhatian masyarakat adalah maraknya korupsi. Data dari Badan Pusat Statistik, Indeks perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia pada tahun 2020 sebesar 3,84 pada skala 0-5. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan capaian tahun 2019 sebesar 3.70. Permasalahan ini perlu dihadapi secara tepat sebagai bentuk kesadaran diri kita sebagai bangsa Negara Indonesia. Pada lingkungan pendidikan tindakan korupsi merupakan sekumpulan kegiatan yang menyimpang dan merugikan orang lain. Perbuatan tersebut seperti berbohong, mark up, menyontek di sekolah, memberi hadiah, dan lain-lain (Waskito, 2018). Menurut hasil survei LSI April 2021, 34,6% PNS menilai korupsi di Indonesia mengalami peningkatan.

     Korupsi bisa menjadi kebiasaan yang membudaya sejak usia sekolah dasar apabila sekolah, lembaga pendidikan sebagai wahana yang efektif dan media pendidikan tidak dikuatkan dengan penanaman karakter dan jiwa kepemimpinan untuk menolak korupsi. Cara yang paling ampuh untuk menangani masalah korupsi adalah pendidikan anti korupsi sejak dini, sebagai sekolah yang berfokus pada pendidikan karakter maka kami memiliki komitmen yang tinggi untuk melawan korupsi.

     Sekolah Dasar Unggulan Permatajingga memiliki slogan tumbuh dengan kepribadian.  Siswa di sekolah ini diharapkan mampu memiliki pribadi yang baik melalui pendidikan karakter. Karakter di sekolah kami terbagi menjadi 2, yaitu: Aqidah dan Akhlak. 1) Aqidah disini adalah konsep keTuhanan, menanamkan akidah yang benar agar siswa menjadi pribadi yang bertaqwa. Hal ini diterapkan melalui pembiasaan berdoa saat memulai dan mengakhiri pembelajaran, sholat dhuha, sholat dzuhur dan sholat ashar berjamaah, dan mengaitkan setiap ilmu pengetahuan dengan konsep keagamaan; 2) Akhlak disini adalah budi pekerti, adab terhadap kepala sekolah, guru, teman, dan semua warga di sekolah. Siswa memiliki kesempatan mengenal dan bermain bersama teman yang berbeda agama. SD Unggulan Permatajingga sebagai sekolah inklusi dan multikultural, kami membuka kesempatan setiap agama untuk belajar di sini. Selain itu, siswa juga diasah untuk memiliki  problem solving yang baik melalui kegiatan bermain bersama teman saat jam istirahat, dan pengalaman berinteraksi dengan individu berkebutuhan khusus di mana tiap jenjang atau kelas terdapat kuota untuk siswa berkebutuhan khusus. Penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap perbedaan, dan kegiatan yang merujuk pada keterampilan abad 21 membuat siswa menjadi kaya akan pengalaman dan siap hidup di era global.

     Untuk itu, kami berpartisipasi dan mendukung penuh pendidikan anti korupsi dengan mengikuti “Kompetisi Kegiatan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Antikorupsi melalui Isian Pelaporan pada Platform JAGA.ID. Kompetisi ini dirasa sangat penting untuk membuat kampanye anti korupsi sejak dini. Siswa yang ada dihadapan kita adalah calon pemimpin masa depan. Ada calon guru, dokter, pengusaha, polisi dan berbagai pelaku profesi di masa depan. Harapan kita bersama negara ini bersih, transparan dan anti korupsi dapat kita wujudkan dengan komitmen berbagai pihak khususnya dunia pendidikan.

     Beberapa kegiatan di SD Unggulan Permatajingga yang memuat pendidikan anti korupsi diantaranya:

1 . Metode Insersi

● Slogan “Tumbuh dengan Kepribadian” yang menjadi dasar pendidikan karakter di sekolah dapat memberikan karakter jujur dalam ulangan atau ujian di setiap jenjang. Jika dirasa ada siswa yang mencontok atau berlaku tidak adil teman yang lain akan melaporkan kepada guru. Guru melakukan pendekatan personal  kepada siswa, sehingga siswa terbiasa terbuka dengan guru. Sekolah ini juga membentuk guru pembimbing untuk 8-10 siswa. Pada penerapannya memungkinkan siswa terbuka melalui sesi curhat yang diadakan secara berkala. 

● Pemasangan kampanye anti korupsi dan kejujuran melalui spanduk dan poster yang dipasang di sekolah melalui kampanye ini siswa memiliki motivasi untuk berkata jujur dan memiliki jiwa anti korupsi sejak dini.

2 . Metode Habituasi/Pembiasaan

● Pembiasaaan yang dilakukan di kelas V untuk pendidikan antikorupsi adalah “Program Sakuku”. Melalui program ini  siswa dibiasakan untuk menyisihkan uang saku harian  dari orang tua untuk uang kas dan amal jumat. Uang kas dibayarkan setiap hari Senin, sejumlah RP 2.000 per anak, sedangkan uang amal jumat dibayarkan seikhlasnya pada hari Jumat. Siswa membayarkan uang tersebut kepada bendahara Kelas. Kemudian, setiap 3 bulan sekali pengurus kelas dirombak, hal ini memberikan peluang kepada banyak siswa menjadi pengurus kelas, khususnya bendahara. Setiap minggu siswa melaporkan uang kas dan uang amal jumat kepada guru melalui buku kas. Uang kas digunakan untuk kepentingan panen raya setiap akhir semester. Salah satunya untuk mencetak buku pantun karya siswa, sedangkan uang amal disalurkan di panti asuhan atau korban bencana.

● Pembiasaan makan siang. SD Unggulan Permatajingga, sebagai sekolah fullday, pada senin-kamis siswa melakukan makan siang di sekolah. Pembiasaan makan yang baik, sehat dan sesuai adab perlu konsistensi. Ada pepatah mengatakan, “You Are What You Eat”.

Makanan yang masuk di tubuh kita menentukan kualitas kehidupan. Untuk itu, ada program sekolah agar siswa terbiasa makan dengan cara yang baik. Setelah siswa selesai makan di kelas bersama teman-teman,  mereka membersihkannya bersama. Siswa menandatangani buku jurnal setelah merapikan dan memastikan kembali bahwa bangkunya siap untuk digunakan belajar kembali.

3 . Metode Lainnya.

● Pemasangan kampanye anti korupsi dan kejujuran melalui spanduk dan poster yang dipasang di sekolah.

● Pembentukan Volunteer Penjaga Kantin. Siswa diberikan kesempatan menjaga kantin sekolah secara bergantian yang diatur sesuai jadwal. Hal ini akan membuat siswa dapat belajar karakter kejujuran dengan menjadi penjaga kantin. Siswa SD Unggulan Permatajingga terbiasa untuk antri di manapun berada. Pemandangan siswa berjejal di kantin sekolah tidak ditemui di sekolah kami.

 

     Pendidikan anti korupsi membuat siswa mengenal lebih dini hal-hal yang berkaitan dengan korupsi sehingga tercipta generasi yang sadar dan memahami bahaya korupsi, bentuk-bentuk korupsi, dan mengerti hukuman yang akan diterima jika melakukan korupsi, serta menciptakan generasi muda bermoral baik serta membangun karakter teladan agar generasi muda tidak melakukan korupsi sejak dini. Mari!

1 Comment

  1. Maulana on November 26, 2022 at 4:38 am

    kejujuran adalah langkah awal melawan korupsi.

Leave a Comment